ARSITEKTUR JARINGAN

Pembangunan suatu jaringan komputer yang baik, harus memiliki kemampuan untuk mendukung berbagai jenis komponen jaringan (macam jenis perangkat keras maupun perangkat lunak dari berbagai pemasok komponen atau vendor). Untuk mendukung kemampuan di atas ada kendala utama yaitu masalah interoperabilitas. Heterogenitas komponen jaringan tersebut akan meningkatkan tingkat kompleksitas jaringan.

Agar dapat terbentuk jaringan, maka dibutuhkan komponen jaringan yang memenuhi suatu persyaratan spesifikasi tertentu. Untuk memberikan acuan (referensi) bagi jaringan maka diperlukan suatu arsitektur jaringan (network architectures) yang selalu dikembangkan agar jaringan mampu mendukung atau mengatasi kendala utama tersebut.

Konsep-Konsep Yang Diperlukan Untuk Membentuk Arsitektur Yang Ideal

Arsitektur Ideal adalah arsitektur jaringan yang mendukung konsep-konsep sebagai berikut:

  • Open system
  • Scalability
  • Connectivity/Interconectivity
  • Interoperability
  • Ease of Implementation
  • Ease of Use
  • Ease of Modification
  • Reliability
1.Open system

Suatu sistem jaringan yang memiliki spesifikasi elemen-elemennya, didukung oleh berbagai pemasok komponen jaringan (vendor) agar tercipta saling kompatibel antar komponen untuk membangun suatu jaringan.

2.Scalability

Dapat tumbuh dan berkembang mengikuti kebutuhan dan teknologi yang tersedia, ditinjau dari fisik jaringan maupun aplikasinya. Modularity: Jaringan tersusun atas blok-blok pembangun (building block ), yang merupakan himpunan kecil yang dari berbagai macan piranti jaringan yang diproduksi secara masal oleh berbagai macam industri.

3.Connectivity/Interconectivity

Adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan transportasi informasi diantara komputer-komputer, yang meliputi media fisik, mekanisme pengemasan data, dan perutean (routing) diantara peralatan jaringan dari titik asal (starting) sampai mencapai titik tujuan. (Memungkinkan berbagai macam jenis produks teknologi HW/SW yang dikoneksi sehingga menjadi suatu kesatuan).

4.Interoperability

Suatu metode yang digunakan agar data dapat saling dikenali (understandable) antar komputer (berlawanan dengan proprietary). Sebagai contoh adalah perbedaan sistem operasi maupun bahasa-bahasanya.

5.Ease of Implementation

Mudah dalam menyelesaikan masalah komunikasi-jaringan, mudah dalam instalasi, serta dalam mengkonfigurasi.

6.Ease of Use

Mudah penggunaanya, oleh pengguna dengan pengetahuan yang terbatas mengenai jaringan bahkan membebaskan pengguna dari pengetahuan tentang struktur jaringan dan implementasi jaringan.

7.Ease of Modification

Mudah dilakukan modifikasi sesuaI dengan tuntutan atau perkembangan teknologi yang lebih baru.

8.Reliability

Menyediakan fasilitas error detection dan error recovery/ error correction) .

Pada dasarnya suatu arsitektur jaringan adalah aturan-aturan atau standarisasi dari berbagai macam protokol dan format-pesan. Contohnya:

OSI Reference Model (Open Systems Interconnection),
dari ISO (International Standard Organization), yang diadopsi dari CCITT.

Gambar OSI Layer dan Header juga menggambarkan header-header yang diberikan pada setiap lapisan kepada data yang dikirimkan dari lapisan ke lapisan.

Setiap lapisan memiliki tugas yang berbeda satu sama lain. Berikut masing-masing tugas dari tiap lapisan:

  • 7) Application Layer : menyediakan layanan untuk aplikasi misalnya transfer file, email, akses suatu komputer atau layanan.
  • 6) Presentation Layer : bertanggung jawab untuk menyandikan informasi. Lapisan ini membuat dua host dapat berkomunikasi.
  • 5) Session Layer : membuat sesi untuk proses dan mengakhiri sesi tersebut. Contohnya jika ada login secara interaktif maka sesi dimulai dan kemudian jika ada permintaan log off maka sesi berakhir. Lapisan ini juga menghubungkan lagi jika sesi login terganggu sehingga terputus.
  • 4) Transport Layer : lapisan ini mengatur pengiriman pesan dari hos-host di jaringan. Pertama data dibagi-bagi menjadi paket-paket sebelum pengiriman dan kemudian penerima akan menggabungkan paket-paket tersebut menjadi data utuh kembali. Lapisan ini juga memastikan bahwa pengiriman data bebas kesalahan dan kehilangan paket data.
  • 3) Network Layer : lapisan bertanggung jawab untuk menerjemahkan alamat logis jaringan ke alamat fisik jaringan. Lapisan ini juga memberi identitas alamat, jalur perjalanan pengiriman data, dan mengatur masalah jaringan misalnya pengiriman paket-paket data.
  • 2) Data Link Layer :lapisan data link mengendalikan kesalahan antara dua komputer yang berkomunikasi lewat lapisan physical. Data link biasanya digunakan oleh hub dan switch.
  • 1) Physical Layer : lapisan physical mengatur pengiriman data berupa bit lewat kabel. Lapisan ini berkaitan langsung dengan perangkat keras seperti kabel, dan kartu jaringan (LAN CARD).

Arsitektur TCP/IP

pada awalnya digunakan secara ekslusif di DoD Amerika, dikembangkan oleh berbagai vendor jaringan komputer. Arsitektur TCP/IP lebih sederhana dari pada tumpukan protokol OSI, yaitu berjumlah 5 lapisan protokol. Jika diperhatikan pada Gambar Perbandingan TCP/IP dan OSI, ada beberapa lapisan pada model OSI yang dijadikan satu pada arsitektur TCP/IP. Gambar tersebut juga menjelaskan protokol-protokol apa saja yang digunakan pada setiap lapisan di TCP/IP model. Beberapa protokol yang banyak dikenal adalah FTP (File Transfer Protocol) yang digunakan pada saat pengiriman file. HTTP merupakan protokol yang dikenal baik karena banyak digunakan untuk mengakses halaman-halaman web di Internet.

Berikut penjelasan lapisan layanan pada TCP/IP:

  • Lapian Application, menyediakan komunikasi antar proses atau aplikasi pada host yang berjauhan namun terhubung pada jaringan.
  • Lapisan Transport (End-to-End), menyediakan layanan transfer end-toend. Lapisan ini juga termasuk mekanisme untuk menjamin kehandalan transmisi datanya. Layanan ini tentu saja akan menyembunyikan segala hal yang terlalu detail untuk lapisan di atasnya.
  • Lapisan Internetwork, fokus pada pemilihan jalur (routing) data dari host sumber ke host tujuan yang melewati satu atau lebih jaringan yang berbeda dengan menggunakan router.
  • Layanan Network Access/Data link, mendefinisikan antarmuka logika antara sistem dan jaringan.

Lapisan Physical, mendefinisikan karakteristik dari media transmisi, pensinyalan dan skema pengkodean sinyal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s