ISO 17799: Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Pengenalan ISO 17799

Informasi adalah salah satu asset penting dan sangat berharga bagi kelangsungan hidup bisnis dan disajikan dalam berbagai format berupa : catatan, lisan, elektronik, pos, dan audio visual. Oleh karena itu, manajemen informasi penting untuk meningkatkan kesuksusesan yang kompetitif dalam semua sektor ekonomi. Tujuan manajemen informasi adalah untuk melindungi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi.

ISO
– the International Standards Organization adalah lembaga idependent yang mengeluarkan standar operasional prosedur (SOP) terhadap kualitas suatu layanan. ISO memperkenalkan ISO 17799 yang berisi standard mengenai manajemen informasi pada 1 Desember 2000

Isi ISO 17799, meliputi :

• 10 control clauses (10 pasal pengamatan)

• 36 control objectives (36 objek/sasaran pengamanan)

• 127 controls securiy (127 pengawasan keamanan)

10 control clouse tersebut, antara lain:

1.Security Policy

Security Policy
(kebijakan keamanan), mengarahkan visi dan misi manajemen agar kontinuitas bisnis dapat dipertahankan dengan mengamankan dan menjaga integritas/keutuhan informasi-informasi krusial yang dimiliki oleh perusahaan.

Security Policy sangat diperlukan mengingat banyak ditemuinya masalah-masalah non teknis salah satunya penggunaan password oleh lebih dari satu orang. Hal ini menunjukan tidak adanya kepatuhan dalam menerapkan sistem keamanan informasi. Harus dilakukan inventarisasi data-data perusahaan. Selanjutnya dibuat peraturan yang melibatkan semua departemen sehingga peraturan yang dibuat dapat diterima oleh semua pihak. Setelah itu rancangan peraturan tersebut diajukan ke pihak direksi. Setelah disetujui, peraturan tersebut dapat diterapkan.

Security Policy meliputi berbagai aspek, yaitu :

a. Information security infrastructure

b. Information security policy

2.System Access Control

System Access Control
(sistem kontrol akses), mengendalikan/membatasi akses user terhadap informasi-informasi yang telah diatur kewenangannya, termasuk pengendalian secara mobile computing ataupun tele-networking. Mengontrol tata cara akses terhadap informasi dan sumber daya yang ada meliputi berbagai aspek, yaitu :

a. Access control.

b. User Access Management.

c. User Responsibilities.

d. Network Access Control

e. Operation System access Control

f. Application Access Control.

g. Monitor system Access and use.

h. Mobile Computing and Telenetworking.

3.Communication & Operations Management

Communication and Operations Management
(manajemen komunikasi dan operasi), menyediakan perlindungan terhadap infrastruktur sistem informasi melalui perawatan dan
pemeriksaan berkala, serta memastikan ketersediaan panduan sistem yang terdokumentasi dan dikomunikasikan guna menghindari kesalahan operasional. Pengaturan tentang alur komunikasi dan operasi yang terjadi meliputi berbagai aspek, yaitu :

a. Operational procedures and reponsibilities.

b. System Planning and acceptance.

c. Protection against malicious software.

d. Housekeeping

e. Network Management.

f. Media handling and security.

g. Exchange of Information and software.

4.System Development and Maintenance

System Development and Maintenance (pengembangan sistem dan pemeliharaan), memastikan bahwa sistem operasi maupun aplikasi yang baru diimplementasikan mampu bersinergi melalui verifikasi/validasi terlebih dahulu sebelum diluncurkan ke live environment. Penelitian untuk pengembangan dan perawatan sistem yang ada meliputi berbagai aspek, yaitu :

a. Security requirements of system.

b. Security in application system.

c. Cryptographic control

d. Security of system files

e. Security in development and support process.

5.Physical and Environmental Security

Physical and Environmental Security
(keamanan fisik dan lingkungan), membahas keamanan dari segi fisik dan lingkungan jaringan, untuk mencegah kehilangan/ kerusakan data yang diakibatkan oleh lingkungan, termasuk bencana alam dan pencurian data dalam media penyimpanan atau fasilitas informasi yang lain. Aspek yang dibahas antara lain:

a. Secure Areas

b. Equipment security

c. General Control

6.Compliance

Compliance (penyesuaian), memastikan implementasi kebijakan-kebijakan keamanan selaras dengan peraturan dan perundangan yang berlaku, termasuk persyaratan kontraktual melalui audit sistem secara berkala. Kepatuhan yang mengarah kepada pembentukan prosedur dan aturan–aturan sesuai dengan hukum yang berlaku meliputi berbagai aspek, yaitu :

a. Compliance with legal requirements

b. Reviews of security policy and technical comliance.

c. System audit and consideration

7.Personnel Security

Personnel Security (keamanan perorangan), mengatur tentang pengurangan resiko dari penyalahgunaan fungsi penggunaan atau wewenang akibat kesalahan manusia (human error), sehingga mampu mengurangi human error dan manipulasi data dalam pengoperasian sistem serta aplikasi oleh user, melalui pelatihan-pelatihan mengenai security awareness agar setiap user mampu menjaga keamanan informasi dan data dalam lingkup kerja masing-masing.

Personnel Security meliputi berbagai aspek, yaitu :

a. Security in Job Definition and Resourcing.

b. User Training.

c. Responding to Security Incidens and Malfunction.

8.Security Organization (Information Security)

Security Organization
(organisasi keamanan), mengatur tentang keamanan secara global pada suatu organisasi atau instansi, mengatur dan menjaga integritas sistem informasi internal terhadap keperluan pihak eksternal termasuk pengendalian terhadap pengolahan informasi yang dilakukan oleh pihak ketiga (outsourcing). Aspek yang terlingkupi, yaitu :

a. Security of third party access

b. Outsourcing

9.Asset Classification and Control

Asset Classification and Control
(klasifikasi dan kontrol aset), memberikan perlindungan terhadap aset perusahaan dan aset informasi berdasarkan level proteksi yang ditentukan. Membahas tentang penjagaan aset yang ada meliputi berbagai aspek, diantaranya :

a. Accountability for Assets.

b. Information Classification.

10.Business Continuity Management (BCM)

Business Continuity Management
(manajemen kelanjutan usaha), siap menghadapi resiko yang akan ditemui didalam aktivitas lingkungan bisnis yang bisa mengakibatkan “major failure” atau resiko kegagalan yang utama ataupun “disaster” atau kejadian buruk yang tak terduga, sehingga diperlukan pengaturan dan manajemen untuk kelangsungan proses bisnis, dengan mempertimbangkan:

Aspects of business continuity management

Membangun dan menjaga keamanan sistem manajemen informasi akan terasa jauh lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan memperbaiki sistem yang telah terdisintegrasi. Penerapan standar ISO 17799 akan memberikan benefit yang lebih nyata bagi organisasi bila didukung oleh kerangka kerja manajemen yang baik dan terstruktur serta pengukuran kinerja sistem keamanan informasi, sehingga sistem informasi akan bekerja lebih efektif dan efisien.

36 objek pengamatan/pengawasan keamanan merupakan uraian dari aspek 10 control clouse tersebut.

                       Aset dan aspek yang dinilai dalam ISO 17799

• Information assets (aset informasi),

• Software assets (aset perangkat lunak yang dimiliki),

• Physical assets (aset fisik) dan

• Services (pelayanan).

                       Keuntungan menerapkan ISO-17799

Keuntungan utama dari ISO17799 berhubungan dengan kepercayaan publik. Sama seperti ISO 9000 yang mencerminkan jaminan kualitas.

• Standar ini merupakan tanda kepercayaan dalam seluruh keamanan perusahaan.

• Manajemen kebijakan terpusat dan prosedur.

• Menjamin layanan informasi yang tepat guna.

• Mengurangi biaya manajemen,

• Dokumentasi yang lengkap atas segala perubahan/revisi.

• Suatu metoda untuk menentukan target dan mengusulkan peningkatan.

• Basis untuk standard keamanan informasi internal perusahaan

Suatu organisasi yang menerapkan ISO 17799 akan mempunyai suatu alat untuk mengukur, mengatur dan mengendalikan informasi yang penting bagi operasional sistem mereka. Pada gilirannya ini dapat mendorong kearah kepercayaan pelanggan, efisiensi dan efektifitas.

Pustaka:

Syafrizal, Melwin.2007. ISO 17799: Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi. STMIK AMIKOM Yogyakarta.

http://4cyber-freedom.blogspot.com/2010/02/sejarah-dan-pengertain-iso-jaringan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/International_Organization_for_Standardization

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s